Menjadi seorang dokter? dengan masa depan yang dibilang paling cerah dibanding semua profesi pekerjaan di dunia ini, dan orang tua mana yang tidak bangga ketika anaknya dipanggil oleh teman, sahabat, saudara mereka, bahkan orang yang tidak kenal sekalipun dengan dokter xxx . Ataupun jika anaknya masih menempuh kuliah untuk menjadi seorang dokter, orang tua pun akan bangga sekali jika mempunyai anak yang kelaknya akan menjadi dokter..
Hal ini yang sampai sekarang masih tetap berlaku di masyarakat dan selalu memaksa seorang anaknya menjadi seorang dokter, dengan cita-cita anak itu tersebut ataupun dengan paksaan dari orang tua, bisa diliat dari statistik dari Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dimana fakultas kedokteran di segala universitas megeri di Indonesia pasti mempunyai peluang untuk lolos yang lebih sedikit dibandingkan semua fakultas lain.
Dan tentu saja fakultas ini adalah fakultas dengan biaya kuliah termahal, dibanding fakultas lain, saya ingat dengan temen-temen seangkatan saya di SMA, dari 40 murid di kelas saya, lebih dari 50 % murid, pasti ingin menjadi dokter, jika dikalikan satu sekolah yang mempunyai 10 kelas maka 20 x 10 = 200 murid di setiap sekolah, dikalikan jumlah seluruh SMA di Indonesia, maka perbandingannya tidak cukup dengan kapasitas bangku di seluruh PTN di Indonesia, alhasil mahasiswa yang tidak mendapat banku di PTN dan masih ingin melanjutkan menjadi Dokter akan menuju PTS, DENGAN SYARAT UANG JUTAAN RUPIAH yang bisa dibandingkan dengan 1 buah mobil baru.
Pada awalnya saya juga ingin menjadi dokter, akan tetapi saya tidak diterima di antara salah satu fakultas kedokteran di PTN, dan keluarga saya tidak mempunyai cukup uang dengan nominal 1 buah mobil pada awal tahun dan nominal sejumlah 1 motor pada setiap semester untuk menebus ijazah dan gelar sebuah dokter untuk berkuliah di PTS. Saya terkadang suka iri dengan kawan2 saya yang dapat berlanjut kuliah di FK slah satu PTS di Jakarta, maaf dengan kepintaran yang kurang, hanya disokong dengan kekuatan finansial orang tuanya, mereka dapat berkuliah kedokteran, andaikan orang tua saya mempunyai uang banyak mungkin saya akan sama seperti mereka.
” Sesorang memakai jas putih, dan membawa stetoskop di kantung jas mereka, dan selalu dibilang dokter “
What a beautiful life..
bukan kah kita juga akan menjadi dokter?, contohnya saya yang akan menjadi dokter bagi para jembatan, dan begitu juga anda yang akan menjadi dokter finansial bagi bangsa ini..haha.
BalasHapus